Peran Parlemen dalam Sistem Politik Indonesia sangatlah penting dalam menjalankan fungsi-fungsi negara. Parlemen merupakan lembaga yang mewakili suara rakyat dalam mengambil keputusan-keputusan penting terkait dengan kebijakan negara. Sebagai lembaga legislatif, parlemen memiliki wewenang untuk membuat undang-undang, mengawasi pemerintah, dan mengatur anggaran negara.
Menurut Prof. Dr. Indria Samego, seorang pakar ilmu politik dari Universitas Indonesia, “Peran Parlemen dalam Sistem Politik Indonesia sangat vital dalam menjaga keseimbangan kekuasaan antara eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Tanpa adanya parlemen yang berfungsi dengan baik, maka sistem politik kita akan rentan terhadap otoritarianisme.”
Dalam sejarah Indonesia, parlemen telah memainkan peran yang signifikan dalam proses demokratisasi negara. Namun, sayangnya, masih banyak catatan buruk terkait dengan kinerja parlemen dalam menjalankan tugasnya. Banyak kasus korupsi dan keputusan-keputusan yang tidak pro-rakyat telah merugikan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga ini.
Menurut survei yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI), tingkat kepercayaan masyarakat terhadap parlemen sangat rendah. Hanya sekitar 30% dari responden yang percaya bahwa parlemen benar-benar mewakili kepentingan rakyat. Hal ini menunjukkan perlunya reformasi dalam sistem politik Indonesia, termasuk dalam peran parlemen.
Oleh karena itu, penting bagi anggota parlemen untuk benar-benar memahami dan menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Mereka harus mampu menjadi suara rakyat dan mengawasi pemerintah agar tetap berada dalam jalur yang benar.
Dengan demikian, Peran Parlemen dalam Sistem Politik Indonesia tidak boleh dianggap remeh. Parlemen harus menjadi garda terdepan dalam mewakili suara rakyat dan memastikan terwujudnya negara yang demokratis, adil, dan berdaulat. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Mahatma Gandhi, “Parlemen adalah cermin dari keadaan negara kita. Jika parlemen bekerja dengan baik, maka negara kita akan maju dan sejahtera.”